<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2977630556112273889?origin\x3dhttp://infosinema-indonesia.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Sabtu, 23 Mei 2015

Ayat-Ayat Adinda

Ayat-Ayat Adinda
Jenis Film Drama, Religi - Sutradara Heru Saputra - Penulis Salman Aristo - Produser Raam Punjabi, Hanung Bramantyo, Putut Widjanarko, Salman Aristo - Produksi MVP Pictures, Studio Denny JA.

Pemain Surya Saputra, Cinthya Lamusu, Tissa Biani, Deddy Sutomo, Yati Pesek, Chandra Malik, Badra Andhipani, Marwoto, Susilo Nugroho.

Memiliki suara merdu, tak lantas membuat Adinda (Tissa Biani) mudah menjadi anggota tim qasidah sekolahnya.
Faisal (Surya Saputra), ayah Adinda melarangnya. Faisal dengan tegas meminta Adinda untuk fokus sekolah.

Selama ini keluarga Adinda tak pernah menetap lama di satu tempat.

Mereka sering berpindah-pindah dan dikucilkan di manapun mereka tinggal.

Perlahan Adinda mulai paham, hal itu diakibatkan kerena keluarganya dianggap sesat.

Walau Adinda sendiri tak mengerti apa itu sesat.

Terdorong oleh keinginan menjadikan keluarganya dibanggakan dan dihormati oleh orang lain, Adinda bertekad ikut lomba MTQ dan menjadi pemenang lomba tersebut.

Namun keinginan sederhana Adinda mendapat rintangan.

Keberadaan Faisal mulai terusik.

Faisal mengultimatum istri dan anaknya agar tak bertingkah macam-macam, yang membuat mereka menjadi sorotan.

Salah sedikit, bukan hanya terusir dari kampung, keselamatan keluarga mereka pun terancam.

Larangan ayahnya tak membuat Adinda urung mengikuti lomba, tekadnya sudah bulat.

Meski ia harus berbohong pada ayahnya.

Satu tujuannya, membuat keluarganya terhormat dan tak lagi dianggap sesat.

Label: , , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda